Kamis, 27 Desember 2012

Ada Dua Laut di Palestina; Share The Blessing We Get

"Memberi itu sama artinya dengan memberikan kehidupan bukan saja kepada orang lain, melainkan juga kepada dirimu sendiri." ~ Sean Covey

Yup, gak akan ada abisnya kalo kita ngomongin tentang hal-hal terkait memberi. Sekecil apapun pemberian itu, pasti ada manfaat yang diperoleh baik oleh penerima dan terlebih lagi bagi yang memberi. Setelah dulu sempet mengutip cerita Tongkat Punya Siapa (bisa diintip di sini), beberapa waktu yang lalu aku ketemu lagi nih sama cerita unik tentang memberi. So, here I am sharing it, enjoy :)

Ada dua laut di Palestina. Yang satu segar, dan banyak ikannya. Tepinya kaya dengan kehijauan. Pohon-pohon menjulurkan cabang-cabangnya di atasnya dan juga akarnya yang haus untuk menyerap airnya yang menyembuhkan. 

Sungai Yordan menjadikan laut ini dengan air pegunungan yang berkilauan. Maka tampak tertawa kalau tertimpa sinar matahari. Dan banyak orang membangun rumahnya dekat sungai ini, dan burung membangun sarangnya di pohon dekat sungai ini; dan setiap jenis kehidupan menjadi lebih bahagia berkat sungai ini.

Sungai Yordan mengalir terus ke selatan ke laut lain.

Di laut yang satu ini, tak ada ikan yang berkeriapan, tak ada daun yang melambai, tak ada suara burung berkicau, tak ada tawanya anak-anak. Para pelancong memilih rute lain, kecuali kalau rutenya mendesak. Udara di atas airnya berat, dan baik manusia maupun binatang atau unggas, takkan minum airnya.

Apa sih yang membuat perbedaan  besar di antara kedua laut yang berkedekatan ini? Bukan sungai Yordan. Sungai Yordan mengalirkan air yang sama baiknya ke dalam kedua laut ini. Bukan tanahnya; bukan negara di mana kedua laut ini berada.

Inilah bedanya. Laut Galilea menerima tetapi tidak menahan air dari Sungai Yordan. Untuk setiap tetes yang mengalir ke dalamnya, ada setetes yang mengalir keluar darinya. Memberi dan menerima, berlangsung seimbang.

Laut yang satunya lebih cerdik, menimbun pemasukannya dengan serakah. Sungai ini takkan tergoda oleh dorongan untuk bermurah hati. Setiap tetes yang diterimanya, ditahannya.

Laut Galilea memberi dan hidup. Laut yang satunya  tidak memberi apa-apa. Namanya Laut Mati.

Ada dua tipe orang di dunia. Ada dua laut di Palestina.



Dikutip dari The Man Nobody Knows karya Bruce Barton

Minggu, 16 Desember 2012

Count on Me, What Friends Are For

"Friendship... is not something you learn in school. But if you haven't learned the meaning of friendship, you really haven't learned anything." ~ Muhammad Ali

Tetiba kangen sama para bestie gara-gara nonton video ini. Hmm, love all of ur friends and never take them for granted coz there'll never be the other like them. Suka juga sama videonya, it's cute, selamat menikmati yaa :D


"Count On Me"
[Verse 1:]
Oh uh-huh
If you ever find yourself stuck in the middle of the sea
I'll sail the world to find you
If you ever find yourself lost in the dark and you can't see
I'll be the light to guide you

Find out what we're made of
When we are called to help our friends in need

[Chorus:]
You can count on me like 1, 2, 3
I'll be there
And I know when I need it
I can count on you like 4, 3, 2
You'll be there
'Cause that's what friends are supposed to do, oh yeah
Ooooooh, oooohhh yeah, yeah

[Verse 2:]
If you're tossin' and you're turnin'
And you just can't fall asleep
I'll sing a song beside you
And if you ever forget how much you really mean to me
Every day I will remind you

Oooh
Find out what we're made of
When we are called to help our friends in need

[Chorus:]
You can count on me like 1, 2, 3
I'll be there
And I know when I need it
I can count on you like 4, 3, 2
You'll be there
'Cause that's what friends are supposed to do, oh yeah
Ooooooh, oooohhh yeah, yeah

You'll always have my shoulder when you cry
I'll never let go, never say goodbye
You know...

[Chorus:]
You can count on me like 1, 2, 3
I'll be there
And I know when I need it
I can count on you like 4, 3, 2
You'll be there
'Cause that's what friends are supposed to do, oh yeah
Ooooooh, oooohhh

You can count on me 'cause I can count on you

Sabtu, 15 Desember 2012

The 20th, Thinking Twice Before To Act



This post addresses to dsp, my younger bru who never fails to amaze me. Just as u said before bru, being 20th is about thinking twice before to act, so Happy 20th! Be a better man! The crows, they're not alone, they fly together, means that u'll never be able to live alone, love those people around u, who are there for u, and never take them for granted. But still, there's the biggest one, the one who leads all the way. U too, man, be a leader, a good one, and bring those around you into some direction where u guys can be some bless for others. The control buttons, it represents ur passions, never stop on doing what u have passion on, coz doing that will help u find urself somehow, so, live up ur passions! The symmetrical dsp, no matter how u look at it, it spells dsp, so are u, no matter where u are, whatever people think about u, whatever environment u're in, just be urself, be the dsp. Last, but of course not the least, *coz I love to save the best for the last* I hope u'll love Allah more and more, coz nothing's better than Allah's love when it comes to find some answer, which I know u know better already. Have a superb life, bru!

with so much love as always    


Katanya, A Glimpse of Childhood


"Blessed be childhood, which brings down something of heaven into the midst of our rough earthliness." ~ Henri Frederic Amiel 

 Beberapa waktu yang lalu gak sengaja liat acara lomba menyanyi anak-anak di tv, ada salah satu peserta yang nyanyiin lagunya Trio Kwek Kwek yang berjudul Katanya. Mm, gak begitu inget sih ini lagu rilisnya tahun berapa, cuman inget kalau dulu suka banget nyanyiin lagu ini bareng sodara-sodara sambil joget-joget, hee. Dan baru sadar pas kemarin dengerin liriknya, selama ini hafal banget sih sama liriknya, tapi bener-bener gak sadar kalau ternyata liriknya asyik banget, kayak semacam buku RPUL (Rangkuman Umum Pengetahuan Lengkap) yang dilagukan, hee. Sayang banget, jaman-jaman sekarang ini lagu anak-anak jaraang banget yang yahud, sebagian besar cenderung kurang mendidik dan kurang sesuai dengan usia penikmatnya. Asyik juga sepertinya bernostalgia sejenak dengan lagu ini, happy enjoying :D


Australia negeri wol (katanya.. katanya..)
Aborigin sukunya (katanya.. katanya..)
Bumerang senjatanya (wow wow!)
Kanguru binatangnya

Amrik negeri Paman Sam (katanya.. katanya..)
Super power namanya (katanya.. katanya..)
Chalenger pesawatnya (wow wow!)
Si Rambo jagoannya

Belanda negeri kincir (katanya.. katanya..)
Keju penghasilannya (katanya.. katanya..)
Tulip nama bunganya (wow wow!)
Dam nama bendungannya

Jepang Negeri Sakura (katanya.. katanya..)
Matahari dewanya (katanya.. katanya..)
Samurai senjatanya (wow wow!)
Sumo olahraganya

Reff:
Indonesia negeriku
Orangnya lucu-lucu
Macam-macam budayanya
Indonesia tercinta
Orangnya ramah-ramah
Gemah ripah loh jinawi

(Begini katanya.. begitu katanya..) 3x

Cina nama negerinya (katanya.. katanya..)
Kungfu bela dirinya (katanya.. katanya..)
Semilyar penduduknya (wow wow!)
Paling ngetop temboknya 

Inggris negerinya raja (katanya.. katanya..)
Elizabeth ratunya (katanya.. katanya..)
Di sini Jogjakarta (wow wow!)
Sri Sultan rajanya
n.b: Ini lirik aku dapet dari blog tetangga, mayan keren blognya, buat yang kangen pengen dengerin lagu-lagu yang sejaman dengan lagu ini boleh deh mampir ke sini

Rabu, 12 Desember 2012

Liberta, A Rhythm of A Joyful Dream


“Music . . . can name the unnameable and communicate the unknowable.” ~ Leonard Bernstein

Yup, music is such a universal language, no matter what language the lyric is, good music is good music. And this one song proves that we don't even need to know the language to just enjoy the music. But, if we want to appreciate more, of course we need to understand the meaning. But it's OK either way we choose to enjoy the music, back again, good music is good music, all we need is just to enjoy it. So, happy enjoying :D


Liberta ~ French

Tu sais qu'il y a un bateau qui mene au pays des reves
La-bas ou il fait chaud, ou le ciel n'a pas son pareil
Tu sais qu'au bout cette terre
Oh oui les gens sement
Des milliers d'graines de joie ou pousse ici la haine
On m'avait dit p'tit gars
La-bas on t'enleve tes chaines
On te donne une vie
Sans t'jeter dans l'arene
Comme ici tout petit apres neuf mois a peine
On te plonge dans une vie ou tu perds vite haleine
Alors sans hesiter
J'ai saute dans la mer
Pour rejoindre ce vaisseau
Et voir enfin cette terre
La-bas trop de lumiere
J'ai du fermer les yeux
Mais rien que les odeur
Remplissaient tous mes v?ux

Refrain
I just wanna be free in this way
Vivere per liberta

Alors une petite fille aussi belle que nature
Me pris par la main et m'dis suit cette aventure
On disait meme, oh oui que la mer l'enviait
Que la montagne se courbait pour la laisser passer
Elle m'emmena au loin avec une douceur sans fin
Et ses bouclettes dorees degageaient ce parfum
Qui depuis des annees guidait ce chemin, ton chemin, mon chemin, le chemin
Pour arriver enfin a ces reves d'enfants
Qui n'ont pas de limites comme on a maintenant
J'ai vu des dauphins nager dans un ciel de coton
Ou des fleurs volaient caressant l'horizon
J'ai vu des arbres pousser remplacant les gratte-ciel
J'ai vu au fond de l'eau une nuee d'hirondelles

Liberta ~ English

You know that there is a boat that goes to the land of dreams
Down there where it’s hot, where the sky is marvelous
You know that at in the end this world
Oh yes the people sow
Some millions of seeds of joy where here grows the hatred
I was told it little boy
Down there they remove your chains
They give you a life
Without throwing you in the arena
Like here everything small
You’re plunged into a live where you lose your breath quick
Then without hesitating
I jumped into the sea
To rejoin this vessel
And see at last this world
Down there too many lights
I had to close my eyes
But alone the smells
Were filling all my vows

Refrain
Just wanna be free in my world
Vivere nella liberta

Then a little girl, as beautiful as the nature itself
Took me by the hand and said to me, followed this adventure
They were even saying, oh yes that the sea was envying her
That the mountain bent to let her pass
She took me far away with a gentleness without end
And her browned curls freed that perfume
Who since the years was guiding that way, your way, my way, the way
To arrive finally at those baby dreams
Who don’t have limits like those nowadays
I saw some dolphins swimming in a sky of cotton
Where from the flowers were flying, caressing the horizon
I saw from the trees to grow ??????? [?]
I saw trees growing, replacing the skyscrapers

p.s. You can get this lyric and it's translation here

Misteri Soliter; The Mistery of Joker, The Philosopher of Life


"Aku pasti terlihat seperti sebuah tanda tanya yang hidup"

 Yap, kutipan itulah yang sepertinya sesuai dengan ekspresiku saat pertama kali melihat dan membaca sinopsis buku ini. Sebenarnya aku sedikit enggan sih buat baca ini buku, because most of this book reviews are talking about the philosophy thingy in this book, which, I don't really have any interest in it. Tapi setelah mencicipi beberapa halaman pertama, aku jadi tertarik banget buat nyemil ini buku.

"Aku ingin bangun, tetapi aku terjaga..."

Buku ini bercerita tentang seorang anak laki-laki berumur 12 tahun bernama Hans Thomas yang pergi bersama ayahnya mengelilingi Eropa untuk mencari ibunya yang kabur delapan tahun yang lalu. Dan ya, itulah inti cerita dari buku setebal 448 halaman ini, as simple as that. Yang menarik adalah cerita yang terselip di sela-sela perjalanan anak dan ayah ini. Nah, selipan ceritanya itu dibikin dalam bentuk metafiksi, yaitu cerita dalam cerita dalam cerita dalam cerita, mm, buat yang pernah nonton filmnya Leonardo Di Caprio yang Inception pasti udah punya bayangan alurnya seperti apa. Menarik, terlebih lagi menantang, alur ceritanya benar-benar bikin kita penasaran sekaligus gemes, karena kadang kita dibikin bingung kita sedang ada di bagian cerita yang mana. Tapi pengarang sedikit membantu kita dengan memperkenalkan keseluruhan tokoh di awal cerita, so at least we don't get lost much. Aku gak akan banyak membahas tentang bocoran ceritanya, biar pada penasaran, hehe. I'll just tell you about the taste of this book, so enjoy :D

"Filsuf artinya orang yang mencari kebijakan. Akan tetapi bukan berarti bahwa para filsuf memang bijak."

Ngomong-ngomong soal filsuf, buku ini ditulis oleh seorang mantan guru filsafat, dan memang buku ini banyak menonjolkan sisi filosofisnya, but no need to worry, penulis buku ini juga sering menulis buku untuk anak-anak, dan ia senang menggunakan sudut pandang anak-anak dalam beberapa tulisannya, termasuk Misteri Soliter ini, jadii, kita bisa tetap dengan mudah menikmati sajian-sajian filosofisnya.

"Socrates dengan lantang berkata pada dirinya bahwa ia hanya tahu satu hal - yakni bahwa ia tidak tahu apa-apa."

Tentang selipan ceritanya, pertama-tama kita akan dibikin bingung dengan kemunculan beberapa tokoh yang cukup aneh, dan disinilah kita akan diajak menikmati permainan imajinasi penulis, kita diajak merangkai sendiri bayangan bentuk tokoh-tokoh yang absurd. But it's fun, kita akan langsung berkenalan dengan 52 tokoh sekaligus, yap, sekaligus, beserta penampakan fisik dan sifat masing-masing, di mana satu tokohnya memiliki penampakan dan kepribadian yang sangat jauh dari kelimapuluh satu yang lain. Any guess who these 52 characters are? Kelimapuluh dua tokoh inilah yang akan menemani di sepanjang perjalanan Hans Thomas, dan kita tentunya, dan menjadikan cerita ini tak hanya sekedar cerita petualangan biasa.
 
"Aku harus bilang bahwa orang yang paling bijak adalah orang yang tak memberi kesan tahu lebih banyak dari yang sebenarnya ia ketahui."

Yap, benar sekali, kelimapuluh dua tokoh tersebut adalah satu set kartu remi, yang dalam cerita ini akan memainkan permainan soliter. Bukan permainan soliter seperti yang biasa kita mainkan sih, lebih ke masing-masing kartu memerankan perannya seperti dalam permainan soliter. Kecuali joker yang menurutku sangat unik perannya, yang always and always bertanya tentang segala hal.

"Saat kau sadar bahwa ada sesuatu yang tak kau pahami, biasanya kau telah berada di jalan yang benar untuk memahami segala sesuatu."

Dan jangan kaget, awal kita membaca alur cerita lapis kedua, dari cerita yang berlapis-lapis ini, kita mungkin akan mengerutkan dahi, cerita awalnya benar-benar aneh, disisipi beberapa kalimat yang, gak gitu nyambung. Tapi siapa sangka, dari kisah yang aneh itu bisa mengerucut membentuk sebuah akhir cerita yang cukup mengagumkan. Dan aku salut terhadap bagaimana penulis dapat memetakan idenya sedemikian rupa, bagaimanay dia membongkar dan memotong-motong idenya menjadi beberapa bagian, dan kemudian menyatukannya dengan cukup manis dan tak terduga.

"Kita adalah makhluk yang akan musnah. Tapi tidak demikian dengan mimpi-mimpi kita. Mereka bisa hidup dalam benak orang lain biarpun kita telah tiada."

Yang menarik lagi, cerita ini berawal bahkan 150 tahun sebelum Hans Thomas lahir, yang kemudian diceritakan kembali, diceritakan kembali, dan diceritakan kembali sampai pada akhirnya cerita ini sampai kepada Hans Thomas. Dan kalau kita kurang cermat membaca, kita bisa tersesat di salah satu alaur dan tiba-tiba kebingungan sedang berada di alur yang mana, when it happens, just read back the introduction pages, and you'll be back to the right track *berdasarkan pengalaman* :P

"Orang melihat apa yang ia yakini.."

Ada bagian yang bikin gregetan juga, yaitu saat Hans Thomas sendiri kebingungan dengan cerita yang dinikmatinya. Nah lho, tokoh utamanya aja sampe bingung, apalagi kita, hehe, tapi ada asiknya juga sih, di sini kita jadi punya kesempatan untuk menginterpretasikan cerita berdasarkan pemahaman kita sendiri. Jadi bisa jadi, bahkan sangat mungkin, setiap dari kita akan memberi kesimpulan yang beda-beda untuk cerita ini.

"Takdir itu seperti bongkol kembang kol yang tumbuh sama panjang ke segala arah."

Mm, kasih bocoran dikit deh, cerita ini berakhir bahagia lho, but it's not the point, really, u have to read the whole book to enjoy the taste and to get the feeling, it's not something u can just get by reading other's opinion, so, udah pada makin penasaran dan pengen baca belum yah?
"Seseorang yang mengetahui takdirnya harus menjalaninya."

Mm, kasih bonus bocoran ah, here for u I'll share the introduction of this book, boleh dikira-kira gimana alur cerita sebenarnya, selamat berimajinasi :)

Akan Kau Jumpai dalam Buku Ini
Hans Thomas, yang membaca sebuah buku mungil dalam perjalanan menuju kampung halaman para filsuf.
Ayah, yang dibesarkan di Arendal sebagai anak haram seorang serdadu Jerman sebelum kabur dari rumah untuk menjadi pelaut.
Bunda, yang tersesat di dunia mode.
Line, nenek Hans Thomas.
Kakek, yang pernah dikirim ke daerah pertempuran sebelah timur di tahun 1944
Kurcaci, yang memberi Hans Thomas sebuah kaca pembesar.
Tukang roti tua, yang memberi Hans Thomas minuman soda dan empat potong kue dalam sebuah kantong kertas.
Seorang peramal dan anak perempuannya yang amat cantik,
seorang perempuan Amerika yang kepribadiannya terbelah dua,
seorang agen mode Yunani,
seorang peneliti otak dari Rusia,
Socrates,
Raja Oedipus,
Plato,
dan seorang pelayan yang cerewet.

Akan Kau Jumpai dalam Buku Mungil
Ludwig, yang melintasi gunung untuk pergi ke Dorf di tahun 1946,
Albert, yang tumbuh sebagai anak yatim piatu setelah ibunya meninggal dunia,
Tukang Roti Hans, yang kapalnya karam di tahun 1842 saat hendak pergi ke Rotterdam dan New York sebelum tinggal di Dorf sebagai seorang tukang roti,
Frode, yang mengalami kecelakaan kapal barang perak yang besar di tahun 1790 saat akan menuju Spanyol dari Meksiko.
Petani Fritz Andre dan penjaga toko Heinrich Albrechts,
52 kartu remi, termasuk As Hati, Pangeran Wajik, dan Raja Hati,
Joker, yang tahu teramat dalam dan terlalu banyak.

"Kau tak dapat menghindari waktu... Waktu mengikuti setiap langkah kita karena segala sesuatu di sekitar kita terbenam dalam kesementaraan ini."

Judul             : Misteri Soliter ~ The Solitaire Mystery ~ Kabalmysteriet
Pengarang     : Jostein Gaarder
Penerbit        : Jalasutra
Dimensi         : 448 halaman, 12 x 19 cm